Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Tuesday, March 5, 2019

Informasi Gunung Carstensz Pyramid


Informasi Gunung Carstensz Pyramid


sumber dari google
Carstensz Pyramid adalah gunung tertinggi di Australia dan Oseania. Ini adalah delapan puncak dalam proyek tujuh puncak (7 puncak pada 7 mounatin tertinggi di 7 benua). Carstensz Pyramid terletak di Papua Barat (sekarang bernama provinsi Papua Indonesia). Provinsi Indonesia ini disebut Irian Jaya hingga 2005. Itu terletak di Papua, yang merupakan pulau terbesar kedua di dunia.
Siapa pun yang pernah melihat Carstensz Pyramid mendambakannya seperti itu adalah wanita cantik. Itu menggoda Anda sambil tetap misterius. Sesekali itu menunjukkan semua keindahannya, hanya untuk ditutupi oleh tabir kabut semenit kemudian. Ini provokatif tetapi tidak bisa dicapai. Itu membuat Anda tersiksa dan gelisah, seperti halnya kita
 
sumber dari google
Carstensz Pyramid, disebut Puncak Jaya oleh sebagian orang, dan Puncak Jaya Kesuma atau hanya Jaya Kesuma oleh orang lain, terletak di sebelah barat dataran tinggi tengah yang disebut Jayawijaya dan Pegunungan Sudirman. Ini adalah gunung tertinggi di Australia dan Oseania. Secara teknis ini berarti bahwa Carstensz Pyramid adalah gunung tertinggi antara Amerika dan Himalaya.
Secara resmi ia membawa nama penemunya - John Carstensz, yang merupakan pelaut laut Belanda. Pada 1623 ia membawa berita ke Eropa tentang gunung bersalju tepat di khatulistiwa, tetapi tidak ada yang percaya padanya. Dia adalah orang Eropa pertama yang melihat Carstensz Pyramid dengan matanya sendiri.

Komunis Indonesia menyebutnya Puncak Jaya (puncak kemenangan), meskipun nama ini milik KTT yang berbeda yang dianggap sebagai yang tertinggi (Nga Pulu). Namun nama lain untuk Carstensz Pyramid yang juga sering digunakan, adalah Jaya Kesuma. Nama ini digunakan dalam buku-buku yang diterbitkan oleh Universitas Mapala. Namun, hari-hari ini Indonesia menggunakan (agak tidak konsisten) kedua nama gunung - Carstensz Pyramid dan Puncak Jaya.

Kadang-kadang Anda dapat menemukan "nama" salah ejaan yang digunakan ketika merujuk pada Carstensz Pyramid, ini termasuk Karstens, Carstens, Carstenz, Carstenzs, Carstesz, Carstes, Carstez, Karstensz, Karstenz, Karstesz, Karstes, Karstez atau Piramid. Namun, ini semua adalah kesalahan ketik. Satu-satunya nama yang benar adalah Carstensz Pyramid. Kadang-kadang, nama kedua untuk Carstensz Puncak Jaya salah eja dan digunakan bentuk yang salah sebagai berikut: Puncak Jaja atau Puncak Jaia. Kesalahan penulisan yang paling sering adalah Karstens dan Carstens. Mantan kesalahan ketik berasal dari nama penemu Carstensz Pyramid, yang kadang-kadang dieja sebagai Jan Karstens.


Pertanyaan tentang tinggi Carstensz Pyramid,,,?

sumber dari google
Tinggi Carstensz Pyramid yang diakui secara resmi adalah 4884 m (16023 kaki beberapa sumber mengklaim 16013 kaki). Meskipun begitu banyak sumber masih mengklaim tingginya 5030 meter (16503 kaki). Peta udara navigasi Australia mengutip 16503 kaki (5030 meter). Namun, pada tahun 1994, ketinggian dunia mengakui penerbit peta dan panduan dari Verlag yang tercatat di peta "Indonesien Ost" tingginya 5030 m.

Carstensz Pyramid - Puncak Jaya (4884 m, 16023 kaki), Puncak Mandala (4640m, 15223 kaki), dan Puncak Trikora (4730m, 15518 kaki), adalah tiga gunung tertinggi dan paling terkenal di Papua Barat. Carstensz Pyramid adalah yang tertinggi di antara mereka, dan itu milik Pegunungan Salju (Pegunungan Maoke dalam bahasa lokal). Mereka terletak di barat dataran tinggi tengah Jayawijaya.
Pegunungan Salju tropis yang legendaris terletak di tengah hutan yang tak berujung di Papua Barat. Mereka adalah akhir logis Cembalo Plato. Dari tiga gunung yang disebutkan, hanya Carstensz piramida yang termasuk di antara mereka. Meskipun massif dari Snow Mountains tidak terlalu tinggi, dan terletak 4 derajat di selatan khatulistiwa, ia mengandung empat gletser yang relatif besar. Yang terbesar dari mereka bukanlah Gletser Carstensz, tetapi Gletser Meren yang membatasi puncak Nga Pulu (4862 m, 15951 kaki). Beberapa orang Indonesia menyebut puncak ini Puncak Jaya, karena lama dianggap sebagai puncak tertinggi di Papua.

Dan dari mana nama Snow Mountains berasal, "Tidak hanya ada gletser di puncak, tetapi alasannya adalah fakta bahwa salju tidak biasa di sana. Badai salju tropis sering membawa salju ke daerah-daerah yang terletak setinggi 4000 m (13123 kaki). )
Read More

Saturday, February 23, 2019

Info Pendakian Gunung penangguang Bagi Pemula


Info Pendakian Gunung Penanggungan Bagi Pendaki Pemula

Backgroun Gunung Arjuno-Welirang
Gunung Penanggungan (nama kuno: Gunung Pawitra) ( 1653 mdpl ) adalahgunung berapi kerucut dalam kondisi istirahat yang berada di Jawa Timur, Indonesia. Posisinya berada di perbatasan dua kabupaten, yaitu Kabupaten Mojokerto (sisi barat) dan Kabupaten Pasuruan (sisi timur) dan berjarak kurang lebih 55 km sebelah selatan kota Surabaya.
Gunung Penanggungan merupakan gunung kecil yang berada pada satu kluster dengan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang yang jauh lebih besar. Meskipun kecil, gunung ini memiliki keunikan dari sisi kesejarahan, oleh karena di sekujur permukaannya, mulai dari kaki sampai mendekati puncak, dipenuhi banyak situs kepurbakalaan yang dibangun pada periode Hindu-Buddha dalam sejarah Indonesia. 
Gunung Penanggungan sering dianggap sebagai miniatur dari Gunung Semeru karena hamparan puncaknya yang sama-sama terdapat pasir dan batuan yang luas.
Ada beberapa jalur yang dapat dilalui untuk mendaki gunung penanggungan.
-  Jalur Tamiajeng
-  Jalur Jolotundo
-  Jalur Kunjorowesi
-  Jalur Gajahmungkur
-  Jalur Kedungudi
-  Jalur Wonosunyo 
Aku, Haris, Haby

--
Baiklah….. ini ceritaku bertiga ( aku, Haris dan Habbi ) – mendaki Gunung Penanggungan via Tamiajeng dari Lamongan.
Sore itu, kami bertiga ngopi didepan kampus, melihat lalu lalang mahasiswa keluar – masuk. Tanpa ada rencana jauh hari kami bertiga mendadak ingin ndaki, akhirnya tanpa pikir panjang kami bertiga setuju untuk mendaki Gunung Penanggungan ( tek tok ) malam itu juga.
Ya,, pukul 23.00 wib. Kami bertiga berangkat dari Lamongan naik sepeda motor dengan perlengkapan minimalis yaitu, daypack, kompor nesting, matras, kopi dan mie.
Pukul 03.00 wib kita sampai di basecamp Tamiajeng, sambil nyeruput kopi dan ngobrol dengan bapak-bapak penjaga basecamp diberitahukan bahwa cuaca saat itu cerah banget tidak ada tanda mendung atau hujan.
Ya,,, dengan peralatan yang minimalis kita juga gak mau konyol kalau memang cuaca buruk kita tidak akan naik dengan peralatan tersebut. Biar bagaimanapun dalam mendaki gunung keselamatan adalah hal yang paling utama.
Owh iya ,.,. perlu diketahui bahwa dijalur pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng tidak ada sumber air. Namun, dengan waktu pendakian yang relative pendek dan treck yang lumayan, pendaki tidak perlu membawa banyak bekal air cukup untuk memasak dan kebutuhan pribadi saja.
--
Pukul 03.30 wib kita mulai naik.
Basecamp – Pos 2
(pos 1 ya pos perijinan tersebut) Perjalanan sedikit santai di mana medan didominasi batuan terjal makadam selama 30 menit hingga kita tiba di pos 2.

Pos 2  - Pos 3
Pos 2 memiliki area yang luas. Tersedia tempat-tempat istirahat untuk pendaki. Beberapa warung juga siap melayani para pendaki selama 24 jam. Saat itu cuaca benar-benar cerah, cahaya bulan dan bintang sangat terang. Ditambah terdengar lirih-lirih suara qiroah dari masjid-masjid penduduk.
Di Pos 3 ini kita gunakan untuk istirahat, bikin kopi sambal menikmati nyanyian alam yang memang bener-bener syahduh….. dan waktu itu udara tidak begitu dingin sehingga kita tertidur di pos 3 selama 1 jam lebih.

Pos 3 – Pos 4
Pukul 06.00 wib kita terbangun. 15 menit bikin kopi dan cuci muka setelah itu kami lanjutkan perjalanan menuju pos 4. Jarak antara pos 3 dan pos 4 lebih jauh dan tanjakan mulai terjal. Tiba di pos 4 kami istirahat agak lama karena di sini banyak pendaki-pendaki yang istirahat, kami manfaatkan dengan mengobrol dan berbagi cerita dengan kenalan-kenalan baru di sini. dari kejauhan terlihat Gunung Arjuno dan Welirang. Memang Gunung Penanggungan letaknya berdekatan dengan Gunung Arjuno dan Welirang.

Pos 4 – Puncak Bayangan
Perjalanan menjadi semakin menanjak dan membuat kami sedikit ngos-ngosan hehe.. memang trecknya kadang buat dengkul sampek nyentuh dagu hehe. Akhirnya pukul 09.00 kami tiba di pos 5 atau lokasi Puncak Bayangan. Di sini para pendaki umumnya mendirikan tenda untuk menginap, istirahat, menaruh barang, atau bahkan ada yang melanjutkan ke puncak dan ngecamp di sana.
Di puncak bayangan kita gunakan untuk ngopi dan masak mie sebelum melanjutkan naik kepuncak.
Habi memutusakan untuk menunggu di puncak bayangan saja sambal ngobro; dengan pendaki-pendaki lain. Selanjutnya saya dengan Rofi akan melanjutkan naik ke puncak
 
Gunung Penanggungan
Puncak Bayangan – Puncak Pawitra
Perjalanan semakin ke atas semakin terjal dan terjal. Sudah tidak ada lagi pepohonan di sepanjang jalur menuju puncak. Hanya ada rerumputan yang paling tinggi hanya setengah meter. Jalur didominasi dengan batuan-batuan kerikil hingga batu besar yang terkadang dapat tergelincir saat diinjak. Kemiringan hampir 45 derajat membuat kami berdua hua hua hua.,., ( ngos ngosan ges, haha)
Sekitar 1 jam sampai juga di puncak.,.,  
Buku Novel Bara, Febrialdi
Puncak Pawitra
Turun…
Tidak kurang dari 30 menit kita berdua langsung turun, waktu turun cukup cepat tapi harus bener-bener hati-hati karena kemiringan sangat berbahaya.

Estimasi Waktu:
Basecamp – Puncak Bayangan = ( 3 Jam )
Puncak Bayangan – Puncak Pawitra = ( 1 Jam )

Simaksi per @ Rp. 10.000

Salam Lestari, Hormat lan Rahayu
Ingat bawa turun sampahmu ya
Jaga Kebersihan, Gunung bukan tempat sampah..!!!!!
Read More

Thursday, February 21, 2019

Cerita pendakian gunung lawu

Gunung Lawu



Gunung lawu kalau di lihat dari letak geografis berada di antara beberapa kota diantaranya : karanganya (sebelah selatan), magetan (sebelah timur), ngawi (sebelah utara) gunung lawu

Gunung lawu masih kental dengan unsur kejawen keraton solo maupun keraton jogya, setiap bulan suro malam 1 suro keraton solo mengadakan upacara adat kejawen di puncak gunung lawu

Hehehhe....  cukup sebatas itu saja info singkat mengenai gunung lawu, kita beralih ke cerita pendakian saya ke gunung lawu

Saya sudah 2 (dua) naik lawu tpi yang aku ceritakan saat pertama kali naik lawu. Kita berangkat ber 6 (enam) dari lamongan kita naik mobil kijang abu-abu menuju cemoro sewu, memang kita berniat naik gunung lawu lewat cemoro sewu waktu itu.

Setelah selesai mempersiapkan diri, logistik maupun simaksi, jam 07:30 pagi kita mulai berjalan naik tidak lama kemudian perkiraan (karena saya ngak begitu ingat waktu itu) 2 jam berjalan kita sampai Pos 1, kita memutuskan istirahat sejanak sambil menghisap keretek dan sekedar minum air putih, setelah dirasa cukup kita lanjutkan berjalan menuju Pos 2, sebelum pos 1 tadi kita berjalan diatas tanah yg miring sekarang menuju pos 2 sudah di sajikan dengan jalanan berbatu, tau kan kalau jalan berbatu kita tidak bisa asal melangkah aja, kita harus melihat jalan biar kaki gak terkilir akibat janan berbatu, dengan udara yg mulai sejuk meskipun sudah jam 10 pagi dan mulai terlihat pemandangan hutan yg gak begitu lebat, kita berjalan tak begitu lama sudah sampailah di Pos 2 sekitar 2jam lah, hehhehe sekitar lagi, kita skip aja langsung cerita saat sampai di Hargo Dalem, kita sampai di hargo dalem jam 5 sore, setelah sampai kita langsung mendirikan tenda karena melihat cuaca mau turun hujan, tak begitu lama setelah tenda berdiri langsung turun hujan tiba-tiba pada saat itu kita terpisah ada yg di tenda dan ada yg di dalam warung mbok yem karena hujan.nya datang mendada, saya sendiri berada di dalam warung mbok yem bersama mas salepok. Kita tak bisa berbuat banyak selain menunggu hujan redah dan sambil melepas lelah setelah hampir 7 jam berjalan selebihnya di buat istirahat di pos-pos jalur cemoro sewu,
"Asal kalian tau jalur pendakian gunung lawu ada 3 opsi, cemoro sewu, cemoro kandang dan cetho, itu semua mempunyai 5(lima) Pos"
Kita lanjutkan cerita tadi setelah hujan redah dan hari sudah mulai petang kita memutuskan untuk berkumpul di dalam tenda untuk memasak lalu makan setelah itu tidur untuk bangun lagi tengah malam untuk mengunjungi petilasan tempat muksonya prabuwijaya kelima untuk bersemedi, "memang waktu itu kita naik lawu pas malam satu suro" Hari sudah tengah malam kita lanjutkan istirahat tidur lagi untuk paginya kita lanjutkan naik ke puncak Hargo Dumilah

Kita lanjut ceritanya di part 2 ya bosku
Read More

Saturday, February 16, 2019

Gunung prau via wonosobo

Info pendakian gunung prau via wonosobo

Dimulai dari terminal purabaya surabaya klo pilih jalur bus. Kita bisa ambil bus jurusan surabaya-->semarang lalu ganti bus kita naik bus lagi jurusan semarang-->wonosobo. Dari wonosobo kita naik bis kecil untuk menuju dieng turun di patak banteng, kalau style anda mau mendaki mungkin bapak supir sudah tau pasti di turunkan di patak banteng..

Dari bescam patak banteng perjalanan anda di mulai dari registrasi di bascam dulu sambil melengkapi simaksi dan melengisi logistik anda dan jangan lupa berdo.a untukemulai pendakian


Dari bescam kita akan berjalan kearah gang warga sekitar untuk menuju kebun sayur yg luas, memang untuk nenjangkau puncak gunung prau tidak begitu rumit dari gunung gunung lainya yg ada di indonesia

Dari perkebunan sayur kita terus berjalan nanti kita akan di sugui warung kopi milik warga sekitar yg sengaja bikin warung hanya untuk pendaki beristirahat sambil minum kopi

Mungkin dari bescame menuju camping groun sebelum puncak gunung prau tidak membutuhkan waktu yg panjang mungkin sekitar 3-4 jam berjalan kita sudah bisa sampai camping groun




Read More